Bisnis di Magelang? Kenapa Tidak…

Hola semua pembaca Langkah Kami!

Kali ini saya sedang menuju Jakarta setelah menghabiskan Sabtu dan Minggu di kampung halaman, Magelang. Yaudah lah ya, tulisan nya seputar Magelang aja kalau begitu, tapi jangan berharap full keuangan. Pengen nulis yang santai-santai juga.

Saya dibesarkan di Magelang, dulu jargonnya sebagai “Kota Harapan”. Kalau Anda berani bermimpi, berarti masih di level medium, tapi kalau sudah berharap, nah! Itu lain cerita.

Sedikit tentang harapan, jadi golongan kami yang dari kampung kemudian ber”hijrah” menuju Jakarta, yang katanya lebih kejam daripada ibu tiri. Lambat laun, semakin lama saya di Jakarta, ternyata banyak juga yang berasal dari tempat saya berada. Katanya sih, susah cari duit di Magelang, belum berkembang dan lain sebagainya.

Padahal pas saya pulang ke kampung halaman, banyak sekali yang saya temukan sudah sangat berbeda ketika saya meninggalkan kota ini. Mau tahu?

4 Sektor Pendukung Bisnis di Magelang

1. Sektor Pariwisata

Kemunculan Dian Sastro dan Nicholas di film AADC2 menjadi tonggak kemajuan pariwisata setelah sebelumnya Borobudur yang memang telah terkenal di seluruh dunia.

Sebut saja Punthuk Setumbu yang terkenal dengan sunrisenya. Sejujurnya, saya bahkan belum menjejakkan kaki ke sana. Perjuangannya terlalu berat untuk pemalas seperti penulis ini.

Musti pagi bos!

Gereja Ayam juga tidak lepas dari tangkapan tim kreatif AADC2. Well, memang terlihat romantic sih berdua kesana sambil bercengkrama. Kalau sendiri? Mending nanti aja, menunggu saat yang tepat dan menghangatkan.

Kalau mau adventure, coba aja rafting di Sungai Elo atau Sungai Progo. Tetapi kalau belum jago, jangan buru-buru ke sunga progo ya. Grade untuk sungai ini termasuk tinggi.

Atau suka pendakian gunung?

Dekat kok untuk ajang olahraga kaki ke Gunung Merapi, Gunung Sumbing, dan Gunung Sindoro.

Keelokan alamnya tentu menggairahkan sector pariwisata untuk kawasan Magelang dan sekitarnya. Perekonomian bergerak dengan baik, ditunjukkan dengan munculnya hotel-hotel komersil yang sangat layak.

Hotel Artos, Hotel Atria, Hotel Puri Asri adalah hotel-hotel berbintang 4 yang kokoh berdiri di daerah ini. Bahkan ada hotel super lux dengan brand Amanjiwo! Biasanya sih orang-orang super tajir atau selebritis yang main kesini.

bisnis di magelang

2. Sektor Konsumsi

Kenaikan UMR membuat daya beli masyarakat meningkat, sehingga banyak pebisnis baru bermunculan. Beberapa coffee shop mulai mengadu nasib di Magelang, namun sayang banyak pula yang sudah tutup.

Memang sih, konsumsi masyarat semakin meningkat, tapi ada yang perlu dipahami oleh para pebisnis baru di Magelang. Kebiasaan atau pola belanja masyarakat harus dipahami juga.

Kenapa?

Karena meski punya uang, tapi harga secangkir kopi yang menembus 25 ribu bukan pilihan yang menarik. Selain itu, generasi muda juga lebih nyaman untuk nongkrong di “angkringan” yang dirasa lebih hangat meski beratap bintang. Sambil ngobrol dengan sang pemilik, dirasa lebih membahagiakan disbanding ke coffee shop.

Mereka paling ke coffee shop hanya di event tertentu seperti ulang tahun, atau sama pasangan.

Selain itu, kebanyakan coffe shop tidak siap untuk lembur. Padahal yang namanya pemuda paling demen kalau pulang setelah tengah malam.

3. Sektor Tata Kota

Jangan protes ya, meski memiliki blog investasi, tidak semua analisis harus menghasilkan angka. Bahkan saya tahu tanpa melihat nominal, bahwa ketika menginjakkan kaki di kota kelahiran ini, dana APBD banyak yang dicurahkan untuk pembangunan infrastruktur.

Apabila Anda main ke alun-alun kota, maka akan terlihat mulai dari layar raksasa, kemudian paving block untuk pedestrian yang lebih rapi, bahkan kawasan perbelanjaan yang semakin besar.

Mall terbesar yang baru selesai dibangun beberapa tahun lalu dengan nama Armada Town Square (Artos) adalah contoh nyata pembangunan tata kota.

4. Sektor Pendidikan

Perekonomian di Magelang memang tidak terlalu mengkilap, meski ketiga sektor di atas sudah menunjukkan potensinya. Yap, baru sebatas “potensi”.

Namun demikian, ada aspek lain yang menunjukkan bahwa berbisnis di Magelang bisa dibilang “feasible”. Hal ini disebabkan pendidikan di Magelang termasuk yang terbaik.

SMAN 1 Magelang contohnya, salah satu yang terbaik di skala nasional berdampingan dengan SMA Taruna Nusantara. Selain itu, sekolah lainnya juga sudah banyak mencetak bibit unggul. Nah dengan tingkat pendidikan yang baik, kondisi keamanan juga menjadi kondusif.

Apa efeknya?

Dengan keamanan yang jauh dari huru hara, berbisnis juga jadi nyaman dong ya.

Well, nampaknya cukup ya obrolan ringan kita ini. Semoga bisa bermanfaat untuk semuanya.

One Response

  1. Gara Januari 25, 2017

Leave a Reply