Maluku, Potensi Investasi Dari Timur Laut

investasi maluku

Photo: VentureTravelMag.com

Hulos pembaca LK!

Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki di tanah Pattimura ini, yeap Maluku dengan segala eksotisme dan gemerlap alamnya memang bikin kangen. Terakhir sekitar 3 tahun yang lalu mampir ke Ambon karena semacam business trip.

Seiring waktu ternyata perkembangan yang terjadi luar biasa cepat lhoh, mulai wisata laut yang sedang digenjot, produksi Sumber Daya Alam-nya, sampai pelayanan mendasarnya. Meski pernah tergambar sebagai wilayah yang penuh kekerasan, kawasan Maluku sudah mulai berbenah.

Saya sangat mengapresiasi program Pemerintah yang mulai memikirkan pembangunan dari kawasan pinggiran, yang paling terkenal tentu program Dana Desa. Apalagi kedepannya sudah mulai mempertimbangkan daerah yang masuk kriteria tertinggal, kepulauan, dan area terluar. Well, secara otomatis Maluku akan mendapat dana cukup besar karena banyak daerah di provinsi tersebut masuk kriteria yang tadi kita bicarakan.

Ketika kita ngomongin hasil yang didapat atas program tersebut, sebagian besar sudah bertransformasi menjadi pembangunan loh. Ya, lebih dari 750 Milyar uang Dana Desa sudah sampai ke Maluku di tahun 2016 dan membantu pembangunan masyarakat desa. Rencananya di tahun 2017, Dana Desa akan kembali disalurkan dengan jumlah yang lebih besar. Mau tahu? Lebih dari 900 M!

Apabila Anda sempat membaca mengenai aturan dari Kementerian Desa, sebenarnya memang prioritas dari penggunaan dana ini adalah untuk pembangunan dan pemberdayaan manusia. Saya pernah obrolin dana desa secara singkat di blog pribadi, membangun infrastruktur desa dan meningkatkan kualitas SDM adalah tujuan jangka pendek saat ini. Setelah dua hal itu dibenahi, maka yang lain akan lebih mudah.

Lihat saja jembatan, jalan desa, fasilitas MCK, dan PAUD yang sudah mulai bertambah. Tambahan fasilitas tadi tentu akan memberi efek domino ke bisnis lain seperti sektor pariwisata dan perhotelan. Bagus bukan?

Stop berbicara mengenai dana yang dari pusat, memangnya Pemerintah Daerah tidak bisa menghasilkan uang sendiri?

Nah kalau kita menyinggung dari sisi pemerintah Maluku-nya, musti dibuka-buka dulu deh APBD Provinsi Maluku. Di tahun 2016, tercatat bahwa pendapatan yang dihasilkan daerah Maluku sekitar 500 Miliar. Beda jauh dari transfer Dana Perimbangan yang mencapai 1,5 Trilyun.

Artinya bahwa memang untuk mencukupi kebutuhan sendiri, Provinsi Maluku masih membutuhkan bantuan yang besar dari Pemerintah Pusat. Hal itu cukup masuk akal, dengan kondisi geografis yang bisa dikatakan keras, maka untuk meningkatkan pendapatan asli daerah membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan daerah mudah seperti di Jawa.

Data juga menunjukkan bahwa fokus ke pembangunan infrastruktur melalui belanja modal cukup besar, mencapai 27%. Lebih besar daripada kebutuhan belanja pegawainya. Sungguh suatu langkah yang layak untuk diapresiasi!

Loh memangnya kenapa?

Begini sahabat, sering denger pasti tentang berita sumbang kalau negara itu banyak menghabiskan uang hanya untuk bayar pegawai. Provinsi Maluku sudah membuktikan hal yang sebaliknya, dari data APBD yang bisa Anda download di Kemenkeu, mereka telah mencoba menggunakan dana yang dimiliki untuk kepentingan selain belanja pegawai.

Memang yang namanya pembangunan tidak bisa terlihat dampaknya dalam 1-2 tahun ke depan, tetapi harus melalui proses waktu yang panjang. Paling penting saat ini adalah meletakkan pondasi pembangunan, yang bisa diteruskan oleh generasi selanjutnya. And they did well enough.

Investasi Maluku, Mungkinkah?

Dasar yang bagus akan melahirkan hasil yang memuaskan. Dalam beberapa tahun terakhir, secara sekilas dapat kita lihat bersama bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku meningkat cukup pesat. Bahkan terkadang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebenarnya penyebabnya bisa karena dua hal:
1. Ruang pertumbuhan Provinsi Maluku yang masih terbuka lebar
2. Kawasan di luar Maluku mengalami titik “hampir” jenuh.

Sebagai negara berkembang, Indonesia masih dalam fase bertumbuh positif. Oleh karena itu, saya meyakini potensi Maluku masih teramat bagus untuk meningkat. Bisa dibilang Maluku saat ini sangat pas menjadi lahan para investor menanamkan uang, selain untuk menggenjot pembangunan, bisa sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Begitulah bincang kita Rabu ini, semoga menambah wawasan bagi teman-teman semua. Ingat, jalan-jalan sekaligus belajar itu menyenangkan.

Salam pembaca LK!

2 Comments

  1. Nia Nastiti Februari 23, 2017
    • Andhika Diskartes Februari 23, 2017

Leave a Reply