Kisah dibalik perjalanan.

Menikmati  tempat yang indah seringkali menjadi tujuan kita saat perjalanan. Kadang lupa ada banyak kisah dibalik perjalanan yang bisa dipelajari.

Ada 5 hal yang saya bagikan disini bagaimana perjalanan punya pembelajaran yang baik . Kisah ini saya dapatkan ketika saya travelling ke berbagai daerah Indonesia bersama satu komunitas pencinta Indonesia inindonesiaku

1. Menerima keadaan

Kisah dibalik perjalanan Wakatobi menjadi hal pertama yang saya bagikan disini, Wakatobi memang tempat yang wajib dikunjungi oleh traveller terutama penikmat bawah laut. Saat itu ketika kami menuju satu pulau yang bernama Hoga, ada hal yang unik yang saya pelajari dalam perjalanan tersebut.

Untuk mencapai pulau Hoga kami melakukan mengalami perpindahan sarana transportasi, yang menjadi perhatian saya saat itu ketika kami berpindah dari kapal keperahu kecil yang hanya cukup rombongan kami.

kisah dibalik perjalanan Wakatobi

Sampai didermaga kami dijemput hanya satu mobil bak , saat itu kami ada enam belas orang dan kami masuk semua ke mobil itu beserta ransel –ransel. Kawan kami yang mengurus perjalanan kami disana memohon maaf atas kondisi tersebut karena  mobil lainya lagi bermasalah. Sedangkan di pulau tersebut hanya tersedia dua mobil, satu yang dipakai dan satu yang bermasalah.

 

Jujur pada saat itu saya merasa kasihan dengan teman-teman yang ditumpuk-tumpuk disatu mobil dan perjalanannya tidak sebentar dengan disertai kondisi jalan kurang memadai rasanya perjalanan tersebut sungguh penuh perjuangan.

Namun apa daya kami untuk bisa mengubah hal itu, disana kami belajar menerima karena tidak ada hal lain bisa dilakukan. Ada pemikiran untuk diantar jemput dua kali tapi hal itu mengorbankan waktu cukup banyak.

Dengan menerima akhirnya kami melakukan perjalanan dengan tetap sukacita, melupakan apa yang menjadi kendala dan menikmati apa yang ada.

2. Butuh perjuangan untuk mendapatkan hal yang Baik.

Perjalanan yang diluar harapan mungkin sering dialami oleh banyak traveller. Saya mengalami hal ini dalam perjalanan ke Takabonerate. Rasanya seumur hidup saya tidak akan melupakan kisah  perjalanan saat itu.

Cuaca saat itu kurang mendukung kami untuk menyeberang dari pulau Selayar ke pulau Takabonerate. Namun kapten kapal menyakinkan kami bahwa perjalanan bisa dilakukan.

Awal perjalanan laut menerima kami dengan baik namun tidak selang sejam perjalanan laut mulai kurang ramah dengan kami, gelombang tinggi sekitar kurang lebih enam meter menyapa. Ada beberapa kawan sudah mulai menyebut – nyebut Tuhan karena ketakutan.

Dua jam berlalu gelombangpun belum ramah pada kami, teman- teman yang di lantai bawah satu persatu mulai muntah. Waktu terus berlalu laut masih menari-nari dengan gelombangnya. Empat jam perjalanan kami tetap ditemani tarian gelombang yang semakin tinggi.

Saya memang tidak pernah takut menghadapi rintangan apapun , namun saat itu saya berpikir kami ditengah-tengah lautan yang kanan –kiri hanya terlihat biru dan biru serta gelombang tinggi. Kapal kami tidak besar dan saya memikirkan teman-teman yang lain. Saya melihat wajah-wajah mereka tersirat ketakutan . Saat itu saya juga berpikir seindah apa ya tempat yang kami temui nanti sampai kami harus menjalani perjalanan yang cukup membuat jantung berdetak kencang.

Dengan segala keberadaan kami saat itu akhirnya  bertemu pulau yang menjadi tujuan. Ditempuh perjalanan selama enam jam ditemani laut yang gelombangnya kurang lebih enam meter

Pulau Tinabo

Tinabo nama pulau  yang menjadi bagian Takabonerate adalah pulau yang sungguh indah buat saya . Hamparan pasir putih dengan baby Hiu didepan kamar hotel menjadi daya tarik utama pulau itu. Selain hal itu ada banyak lagi hal lain yang diberikan pulau tersebut.

Dalam perjalanan itu saya belajar , untuk mendapatkan hal yang baik atau hal yang indah butuh yang namanya perjuangan. Mungkin saat itu kami belum rejeki menerima cuaca yang baik namun beberapa kawan saya yang mendatangi pulau itu juga merasakan bagaimana perjuangan yang cukup berat untuk bisa bertemu pulau yang Indah itu. Hampir semua kawan yang sudah pernah kesana ingin kembali walau perjuangan menuju kesana sangat berat.

Dari perjalanan Wakatobi dan Takabonerate saya juga merasa beruntung membiasakan diri untuk olah raga , jika tidak sebelum menikmati tempat yang begitu indah , badan pasti sudah kelelahan.

Untuk mengetahui tips kesehatan silahkan baca sehat walau sedang berlibur

3. Tujuan itu diperjuangkan.

Kisah dibalik perjalanan ke Derawan dan Labuan cermin saya menemukan pelajaran cukup berarti.  Sejujurnya pulau Derawan kurang menggoda hati , yang menggoda adalah sebuah Danau yang terdapat di Labuan Cermin dimana danau itu terdapat dua rasa. Diatasnya rasa tawar sedangkan bagian bawah rasa asin.

Karena Labuan Cermin menjadi bagian perjalanan Derawan secara langsung saya mengikuti perjalanan itu menjadi Derawan Labuan cermin. Ketika sampai Derawan kapten kapal kami memberitahukan bahwa kemungkinan besar besok tidak bisa ke Labuan Cermin karena cuaca kurang mendukung.

Saat itu saya sedih dan memutar otak bagaimana caranya perjalanan ke Labuan cermin tetap dilakukan. Saya mengerti cuaca memang tidak menentu namun saat kapten mengatakan kemungkinan tidak berangkat itu semalam sebelum jadwal berangkat yang artinya masih punya harapan untuk bisa berangkat.

 Ikuti kata hati & Negosiasi

Saya termasuk orang yang selalu mengikuti kata hati. Saat itu hati saya mengatakan besok bisa berangkat. Berbekal dengan keyakinan hati,  saya mengutarakan ke kapten kapal bahwa kami terutama saya sangat berharap untuk tetap berangkat ke Labuan cermin karena yang menjadi tujuan perjalanan adalah Labuan Cermin.

Dengan negosiasi yang cukup sulit akhinya kapten kapal bersedia berangkat namun masih tetap melihat cuaca. Saya setuju dan dengan doa yang tidak berhenti-henti malam itu saya berkeyakinan besok pagi berangkat ke Labuan Cermin.

Paginya saya paling awal bangun dan melihat cuaca , dengan harap-harap cemas saya membangunkan teman-teman yang lain untuk bersiap-siap. Ada satu kawan saya malah merasa tidak jadi berangkat karena dia merasakan cuaca belum sebaik yang diharapkan.

Namun tidak lama dari membangunkan teman-teman, kapten kapal mendatangi saya dan mengatakan bahwa dengan cuaca saat itu perjalanan ke Labuan cermin bisa dilakukan. Girang nya hati saya menerima berita itu dan kami semua dengan sukacita bersiap-siap berangkat ke tempat yang dituju.

Dari kisah perjalanan itu saya belajar kita harus memperjuangkan apa yang menjadi Tujuan. Memang kita harus melihat kondisi namun jika saya tidak mengutarakan atau memperjuangkan Tujuan awal mungkin Labuan Cermin tidak bisa kami kunjungi.

Oh ya jika berkunjung ke Labuan cermin bawalah atribut yang bisa dipakai untuk foto underwater karena tempat ini sangat baik untuk berfoto underwater.

Silahkan baca juga tulisan kawan saya mengenai inspirasi fashion

4. Mengetahui lebih Banyak.

Untuk hal ini rasanya sudah dirasakan seorang traveller , namun saya tetap berbagi tentang pelajaran  bagaimana mengetahui lebih banyak dari kisah dibalik perjalanan saya ke Magelang. Saya memang menyukai bertemu dengan orang baru terlebih jika bisa bertukar pikiran.

Kebetulan waktu saya ke Magelang pertama kali  melakukan perjalanan sendiri , dengan itu  punya waktu banyak untuk bisa bebas menentukan apa yang dilakukan di kota itu. Saya memilih sebagian waktu berbincang-bincang di satu warung kopi.

Dengan secangkir kopi yang begitu nikmat dan kue-kue tradisonal yang saya sukai,  saya dengan pengelola warung kopi itu berbincang-bincang panjang lebar  Dari obrolan itu saya mendapatkan banyak informasi bagaimana Magelang akhirnya berkembang dalam pariwisatanya.

Perkembangan Magelang

Kalau dilihat dari harta pariwisata yang dimiliki Magelang itu sudah lama dikenal , bahkan sampai kepenjuru Dunia, namun yang menikmati harta itu lebih banyak daerah yang dekat dengan Magelang.

Magelang lagi membenahi diri untuk bisa menjadi bagian pariwisata yang diirik dan hasilnya penduduk setempat yang menikmatinya kata pengelola warung kopi itu.

Mungkin sebagian besar orang mengetahui kalau semakin ramainya traveller mendatangi Magelang karena sebuah film mengambil lokasi disana, namun menurut informasi yang didapat dari perbincangan saya waktu itu,  sebenarnya semakin ramainya Magelang karena kedatangan pemimpin Negara berkunjung ke Magelang.

Yang hasilnya beliau memberikan ide-ide mengenai perkembangan kota tersebut terutama di pariwisata. Termasuk tempat dimana saya menikmati kopi tersebut semakin ramai . Ramainya warung itu karena dibuat satu program bahwa semua pengunjung yang mengenal lebih dekat Magelang,  dengan perjalanan Dokar setelah ke Candi Borobudur diwajibkan mampir ke warung kopi itu.

Ramainya warung kopi itu berdampak baik buat penduduk setempat, dimana pengelola dan karyawan di tempat itu adalah orang local. Masakan yang dihidangkanpun semua dibuat oleh Ibu-Ibu rumah tangga setempat.

Dan saya sendiri sungguh menikmati tempat itu dan rasanya tidak akan bosan jika suatu saat akan kembali dan kembali lagi.

Baca juga tulisan kawan saya tentang bisnis Magelang

5. Nikmati Setiap Moment.

Kisah dibalik perjalanan yang terakhir adalah ketika saya dengan dua puluh enam kawan saya menjelajahi Lombok dan Amed. Mungkin ini adalah kisah yang membuat saya paling tersentuh.

Perjalanan waktu itu diawali dengan satu kecelakaan yang mengakibatkan mobil kami hancur. Di peristiwa itu terlihat sekali kami saling mendukung satu sama yang lain, tidak ada sedikitpun saling menyalahkan tapi kami sama-sama cari jalan keluar .

Kejadian itu dialami saat malam hari dan ketika pagi menjemput kami semua terbangun dengan tetap berbahagia tanpa memikirkan atau meresahkan  peristiwa yang semalam. Kami disambut mentari yang begitu Indah dengan pemandangan yang membuat kami beruntung bisa berada disana.

kisah dibalik perjalanan Lombok Amed

Tempat & kebersamaan

Tempat itu menjadi kenangan yang tidak terlupakan buat kami, paginya memberikan keindahan yang tidak bisa kami ungkapkan, malamnyapun kami disuguhkan keindahan yang tidak bisa kami ungkapkan juga. Dengan menikmati ikan yang begitu gurih kami ditemani bintang-bintang yang bertaburan dilangit yang sangat banyak. Bersyukur sekali kami saat itu sangat menikmati momentnya.

Lima hari empat malam perjalanan kami waktu itu dan kami begitu menikmati setiap tempat yang kami kunjungi, dengan dua puluh tujuh orang  tidak membuat kami repot untuk menjelajahi keindahan Lombok dan Amed.

Kami membuang semua ego dan sangat menikmati setiap menit hal moment yang kami dapatkan saat itu. Perjalanan itu ditutup dengan menikmati hotel di Amed yang membuat kami selalu kangen untuk kembali ke tempat itu.

Waktu selalu memberi perubahan

Diakhir kisah ini saya berbagi kenapa saya berbagi  bagaimana kita harus menikmati setiap momentnya, karena salah satu sahabat kami yang melakukan perjalanan ini telah berpulang lebih dulu ke Sorga. Dan perjalanan itu adalah perjalanan terakhir kami bersama dia.

Di perjalanan itulah saya sungguh belajar bagaimana setiap moment itu dinikmati, rasanya jika kembali dibuat perjalanan yang sama pasti tidak akan pernah sama lagi, walaupun mungkin sahabat kami tetap masih ada. Karena waktu begitu sempurna memberikan banyak perubahan.

Perubahan yang ada saat ini di peserta perjalanan tersebut  tentu yang utama adalah ketidak adaan sahabat kami, penginapan di tempat pertama kami menginappun sudah tidak ada lagi. Sampai saat ini belum dibangun. Begitu juga diantara kami sudah ada yg mempunya keluarga atau menikah yang tentu punya kesulitan bisa berpetualang kembali seperti waktu itu.

Bukan hanya perjalanan tentu dalam hidup pun kita harus belajar selalu menikmati setiap moment karena waktu begitu cepat berlalu dan menawarkan hal yang berbeda setiap detiknya.

Karena waktu begitu pintar memberi perubahan maka kita diajar untuk mengerti arti sejarah

Kesimpulan

Mungkin ada yang berpikir perlajaran yang dapat disuatu perjalanan bisa juga didapat dari membaca tapi buat saya ketika mengalami langsung pelajaran yang didapat jauh lebih bermakna.

Semoga apa yang saya bagi bisa menjadi pelajaran dan mau menyisihkan waktu dan dana untuk mengatur satu perjalanan.

Dan berjalanlah temukan keindahan dunia serta nikmati semua momentnya.

Sampai jumpa dikisah lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

4 Comments

  1. cumilebay Februari 4, 2017
    • Nik Sukacita Februari 4, 2017
  2. BaRT Februari 6, 2017
    • Nik Sukacita Februari 6, 2017

Leave a Reply