lensa fix dan keunggulannya ketika travelling

Sudut fotografi kali ini agak delay ya. Sebelumnya saya mohon maaf karena delay-nya postingan kali ini. Tapi saya balik dari banyak hal bahwa terlambat karena proses akan lebih bagus daripada terdepan tanpa tahu apa apa. Hehehe… sambil ngopi bolehlah biar otak juga rileks dan mood jadi lebih enak ( tambah pisang goreng lebih yahuud ).

Seperti kita tahu dalam kancah pejalan yang hobi menjelajah sudut-sudut yang indah untuk diabadikan tentu saja harus ada senjata yang mumpuni. Berpegang pada gadget yang keren saja tidak cukup. Kita butuh gear yang lebih presisi untuk itu. DSLR atau Mirrorless? Keduanya sama fungsi utamanya. Kali ini saya justru akan mencoba memberikan gambaran gear pelengkap yang kadang justru menjadi kebimbangan kita seberapa perlukah kita kenapa harus mempunyai gear ini?

baca juga : titik fokus dalam fotografi 

Dunia fotografi sering menyebutnya lensa prime atau nama lain lensa Fix. Mungkin dalam pemakaian standar kita seringkali mengetahui kamera dan lensa bawaanya yaitu lensa kit( standart zoom). Lensa kit sendiri sudah jadi satu kesatuan yang harus ada karena satu paket dengan kamera. Dalam penggunaanya kita akan lebih melakukan banyak eksperimen dengan lensa fix. Saat travelling misalnya, penggunaan lensa fix menurut saya akan cenderung mendapatkan hasil foto yang lebih bervariasi ketimbang kita hanya menggunakan sebatas lensa kit saja.

Berjibaku dengan momen yang harus diabadikan

Saat kita menjelajah sudah tentu akan menemui berbagai hambatan, salah satunya mungkin soal mendapat moment untuk kita abadikan. Lensa fix itu sendiri ada beberapa ukuran yakni 24mm, 35mm, 50mm, 85mm. Saya akan ambil contoh untuk yang medium saja yaitu 50mm. Jadi ketika kita dengan segala keterbatasan waktu dalam mengabadikan moment,lensa fix ini mungkin jadi solusinya. Kecepatan adalah salah satu keunggulan dari lensa fix. Dalam konteks pengambilan gambar di kondisi cahaya yang relatif minim, lensa fix dengan aperture maksimal ini akan dengan sigap mengabadikan moment yang ada.

Buka’an maksimal f1.4 sudah pasti akan menghasilkan gambar yang jelas saat lensa lain perlu untuk penyesuaian ini itu terlebih dahulu. Kebayangkan kalau kita dalam kondisi terburu-buru terus musti adjustment setting lensa sana sini. Dan sebagai tambahan memang lensa fix ini handal dalam low light photography serta dalam tampilan efek blur sebagai tampilan kedalaman ruang atau DOF yang cukup rendah.

low light photo

menangkap moment dalam kondisi minim cahaya

lensa fix untuk travelling

pengambilan fokus lebih fleksibel dan efek bokeh yang bisa kita atur sendiri

Ketajaman gambar yang dihasilkan

Kalau poin yang satu ini sih sudah pasti. Lensa fix dalam penggunaanya kita bisa mengatur fokus maksimal terhadap objek foto. Dari situ akan terlihat gambar yang dihasilkan akan lebih tajam. Lagi lagi disini kita akan mengasal skill untuk mengambil fokus pada suatu gambar. Kalau dalam lensa kit kita seolah mengandalkan auto fokus dalam mengambil fokus, beda halnya dalam lensa fix dimana peran mata kita sangat berpengaruh dalam mendapatkan fokus yang maksimal. Sebagai tambahan saja kalau beberapa komponen lensa fix memang susunan optik di dalamnya lebih sederhana dibanding lensa model lain dan itu mungkin yang mempengaruhi hasil foto yang lebih tajam.

lensa fix untuk travelling

pilihan untuk street fotografi dengan ketajaman gambar yang lumayan bagus

lensa fix saat travelling

pengaturan fokus poin dan efek bokeh yang lebih fleksibel

Hasil foto bokeh yang mumpuni

Poin ini yang menjadi salah satu pertimbangan saya dalam pemakaian lensa fix. Kualitas bokeh yang lebih menjadikan saya berat untuk tidak membawa lensa fix dalam setiap perjalanan saya menjelajah. Bisa dibilang lensa fix dalam pemakaian bukaan yang maksimal menghasilkan bokeh yang maksimal. Tentu saja perlu penyesuaian masing masing dalam pengaturan seberapa bokeh foto yang akan kita ambil.kita tinggal mengatur aperture yang maksimal utntuk mendapatkan bokeh yang maksimal.

pengaturan fokus dan bokeh yang gampang dalam pengambilan gambar

Sepadan dengan makro fotografi

Makro fotografi seperti kita ketahui perlu pengambilan yang detil dan tajam. Lensa makro sendiri di pasaran terbilang lumayan mahal. Beda spec memang Cuma dengan sedikit twist kita bisa menghasilkan foto makro yang gak kalah dengan menggunakan lensa fix ini. Wah makin yahud ya lensa fix ini setelah dibedah poin-poinnya. Ada sedikit tips dari saya yang memang jarang memakai lensa makro. Kita cukup menambahkan extension tube untuk efek makro yang mumpuni.

foto makro dan half makro

Faktor harga serta mobilitas yang gampang

Selain dari segi hasil foto yang memang bisa bersaing dengan pabrikan lensa-lensa spesialis (macro,telephoto,super zoom/ sapu jagat, wide angle)dari segi harga juga lumayan bersaing. Lensa fix yang saya jumpai relatif lebih miring atau sesuai budget saya. Perbandingan harga bisa 3 kali lipat lebih murah untuk seri standar seperti pabrikan Canon atau Nikon.

lensa fix saat travelling

lensa fix Samyang 85mm F1.4 dipadan dengan fujifilm x-series

Soal mobilitas sudah pasti lebih gampang. Kita dimudahkan membawa lensa fix yang notabene lebih ringan dan lebih simple, sehingga akan lebih mengakomodir peralatan fotografi yang lain sebegai pelengkap.

Beberapa kelebihan ini menjadikan lensa fix sebagai pilihan major dalam pemakaian oleh fotografer profesional. Tidak menutup kemungkinan juga karena pemakaiannya yang mudah juga banyak para pemula yang memakai lensa fix sebagai gear untuk travelling. Jadi sudah menentukan pilihan lensa fix mana yang harus kamu punya?

Sampai jumpa di sudut fotografi yang lainnya.

Leave a Reply