Geliat Pariwisata Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat

“Hola, buenos diaz mi amigos!

Me llama Kartes.

Segitu doang bisanya, kenalin saya Kartes blogger investasi yang join dengan LangkahKami.com.

Dalam trip bersama LangkahKami.com, saya kebagian tugas buat mengevaluasi perekonomian daerah diinjak. Well, karena kali ini perjalanannya ke The Lodge Maribaya, berarti ya obrolannya seputar daerah itu ya.

Selalu ketika mendatangi lokasi untuk meeting, maen-maen, atau apapun itu, hal pertama yang akan dirasakan adalah infrastrukturnya, terutama kondisi jalan. Begitu pula dengan kisah perjalanan ini, kondisi jalan ke The Lodge Maribaya bisa dibilang dibawah standar.

Bergelombang, beraspal berantakan dan banyak lubangnya.

Menilik informasi yang disampaikan, Kabupaten Bandung Barat telah menganggarkan 121 Miliar untuk infrastruktur di tahun 2016. Memang sih, ruas jalan di kawasan sebelum Maribaya nampak mulus. Semoga saja di tahun depan akses sampai tujuan wisatanya sudah benar-benar optimal.

Bagaimanapun juga, kenyamanan saat perjalanan akan menentukan kesuksesan sebuah tempat wisata. Bukan hanya karena sekali ngehitz aja, tapi memang bisa dijadikan sumber rekreasi permanen.

wisata kota Bandung

Bagaimana pendapatan penduduk di area Bandung Barat?

Kalau kita melihat dari Upah Minimum-nya, untuk tahun 2016 UMK di Kabupaten Bandung Barat itu di angka Rp 2,2 juta. Dibandingkan dengan daerah industri tentu masih rendah, tapi nampaknya cukup relevan dengan kondisinya yang mengandalkan pariwisata dan kreativitas melalui kerajinannya.

Nah dengan tumbuhnya wisata alam The Lodge Maribaya (TLM), secara langsung akan menaikkan tingkat ekonomi masyarakat sekitar. Selain menyerap tenaga kerja cukup banyak yang terdiri dari pegawai, kontraktor, dan tukang parkir, efek dominonya sampai ke kawasan lhoh.

Kita nggak akan ngomongin bisnis dari TLM, tapi akan menjelajah di luarnya. Cukup banyak rumah yang disulap menjadi tempat makan untuk para pengunjung yang kelapar. Kemudian ada pula itu buah-buah kecil, anggur, dijual dengan harga sekitar Rp 50 ribu sekotak plastik.

Di luar harga yang cukup mahal, saya cukup apresiasi kegigihan warga sekitar. Panas-panas keliling ke para pengunjung di luar TLM untuk menjajakan dagangannya. Well done, bos!

Saya tidak terkejut dengan kehadiran TLM karena spotnya memang bagus, didukung dengan pemandangan alamnya yang ijo. Cukuplah untuk mengesankan warga kota yang tiap hari liat gedung.

Justru yang menarik adalah munculnya Restoran Burgundy, beberapa kilometer dari situ. Pas pertama denger jadi keinget wine khas Prancis, eh ternyata emang tu tempat jualan wine.

Lokasinya tidak strategis karena jauh dari kota, makanya heran juga kok milih buka bisnis restoran di daerah itu. Tapi koleksi wine cukup banyak, makanannya lumayan, meski harganya setara dengan resto-resto kelas menengah di Jakarta.

Ternyata setelah di amati, lokasinya cenderung dekat dengan hiburan luar kota. Cukup dekat dengan Kebun Begonia dan Maribaya Hot Springs, jadi saya simpulkan pangsa pasarnya adalah orang yang benar-benar liburan. Klop dah, abis nonton pemandangan trus minum wine!

Dengan transfer dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Lingkungan Hidup sebesar 1,9 Miliar untuk tahun 2016, nampaknya cukup untuk menyemarakkan konservasi alam sekitar. Tidak perlu membangun ini-itu yang memakan biaya besar, tapi bisa dimulai dari campaign untuk menjaring dan mengedukasi warga sekitar.

Bagaimanapun juga, ketika masyarakat di sekitar sudah bisa mendapat penghasilan lumayan dari kegiatan alamnya, bukan tidak mungkin segala aspek sosialnya akan terangkat. Kejahatan menurun, diganti pengrajin dan penjual yang menjajakan dagangannya di sekitara kawasan.

Dan buat Anda yang bermodal lebih, bikin villa di area-area eksotis seperti ini bisa jadi ide bagus lhoh. Nyaingin kawasan puncak sana.

Potensi Alam Bandung

Keesokan harinya, tim LK meluncur ke tebing keraton yang konon lagi jadi salah satu destinasi paling hot di Bandung. Praktis musti berangkat pagi bener ya bisa ngeliat sunrise.

Di sini saya sangat mengapresiasi ke-kreatifan masyarakat lokal, mulai menggeliatkan bisnis pariwisata yang tanpa mereka sadari telah mendukung gerakan Wonderful Indonesia. Bayangkan saja, tidak hanya tebing keraton, tapi beberapa tebing yang dulu dianggap biasa aja, sekarang sudah banyak disulap menjadi “sesuatu”.

Kementerian Pariwisata selayaknya berterima kasih pada pebisnis pariwisata lokal karena membantu mempromosikan sektornya, serta menghemat anggaran miliaran rupiah dari Pusat. Dari sebuah tebing kraton, muncul pedagang makanan dan tukang ojek, efeknya pengangguran berkurang lagi.

See? Tourism is a good business.

Okey, mari kita ngomongin lingkup Tebing Kraton aja. Dengan identitasnya yang berada di Bandung, sebenarnya sudah lekat dengan budaya kaum urban. Lagi-lagi infrastruktur perlu diperbaiki, kemudian Pak Kepala Desa Ciburial bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas penduduknya.

Baik di The Lodge Maribaya atau Tebing Kraton, nampaknya memang kurang mengkilap di mata dunia. Buktinya masih jarang cewek bule seksi yang datang mengunjunginya. Entah karena masih dalam tahap pengembangan promosi, atau karena sektor pendukungnya yang kurang mampu berbahasa asing.

Nah, kalo dianalisis lebih lanjut maka pelatihan bahasa asing yang ditujukan untuk sektor pariwisata akan cocok untuk warga Desa Ciburial ini.

Tentu dengan adanya kucuran dana APBN melalui mekanisme dana desa 2016, minimum Rp 500 juta-an uang di desa tersebut bisa digunakan untuk menyiapkan tempat dan memanggil tenaga ahli untuk para pemudanya. Bila perlu tidak hanya masalah bahasa, tetapi semua aspek yang mendukung bisnis pariwisata bisa disupport oleh pemerintah desa, termasuk di dalamnya pembentukan BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa).

Menjadi menarik ketika BUMDes terbentuk khusus untuk menangani pariwisata, bisa dibilang akan menjadi inovasi paling baru di tanah Jawa. Bukan tidak mungkin peningkatan pundi-pundi kawasan perkotaan Bandung dari sektor pariwisata bisa mendekati Bali yang memang lebih maju.

Okay, nampaknya segitu dulu ya kawan obrolan singkat kita-kita, panorama dan gurihnya santapan akan disajikan kawan-kawan lain dari LangkahKami.com.

Bhai

Leave a Reply