Traveling bersama senja dengan kisahnya.

Hallo Traveller,  Kali ini saya berbagi tentang senja dengan kisahnya.

Apa yang terlintas dibenakmu jika melihat Senja ? Semu merah yang indah  atau hal yang lain?

Kalau saya ketika melihat senja, terlihat dibenak saat menikmati keindahannya beserta mengenang kejadian yang terjadi saat itu.

 Biar foto yang berbicara sementara waktu hanya berlalu saja

Kutipan tulisan kawan  saya di artikel  memaksimalkan hasil foto saat traveling rasanya tepat, karena saat memandang foto-foto senja,  terlintas dibenak saya tentang kisah dibalik senja .

 

Perkenalan di Senja Karimun Jawa.

Hari pertama dipulau itu Karimun Jawa , senja sudah menggoda saya dengan keindahannya.

Saat itu saya dengan beberapa kawan ikut open trip yang di sediakan salah satu jasa EO traveling. Sampai ditujuan kami menyadari pesertanya cukup banyak. Kurang lebih sekitar tiga puluh orang.

Group saya sendiri sebelas orang dan lainnya dari group berbeda-beda. Ada hanya berdua, berlima bahkan ada yang sendiri.

Dan tibalah saat ketika guide kami mengantar  ketempat terbaik menikmati senja disana. Dalam perjalanan kami bertemu dengan group-group lain , saling mengenalkan diri dan bersama-sama melangkah menuju tempat dimana senja itu terlihat.

Senja saat itu begitu Indah, seperti biasa kami mengabadikannya dengan segala gaya. Tanpa sadar kalau diantara kami baru saja berkenalan. Senja itu memperkenalkan kami , menyatukan kami tanpa ada sungkan. Seakan kami sudah lama saling mengenal.

Ternyata disisi lain ada juga  peserta lain yang belum bergabung dengan kami , merekapun menikmati senja. Tapi menikmatinya dengan cara berbeda. Mereka menjadikan kami objek bidikan lensanya. Kami senang , dengan hal itu kedekatan semakin terjalin diantara kami.

Dan sampai saat ini, bertemanan kami tetap terjalin , itu semua berawal dari Senja dengan kisahnya di Karimun Jawa.

Bahagia bersama pesona Senja di Belitung

Belitung memanggil saya kala itu ketika seorang kawan yang tinggal disana sudah begitu sering meminta janji saya untuk mengunjunginya. Walau disana ada kawan,  saya memutuskan mengajak kawan-kawan lain untuk ikut menjelajahi Belitung.

Belitung menawarkan banyak keindahan, Mercusuar yang ada dipulau Lengkuas menjadi ikon . Rasanya kalau trip ke Belitung tanpa berfoto disana tidaklah “sah” . Menyenangkan buat saya saat itu karena melihat begitu banyak pulau-pulau dengan pasir putihnya.

Begitu juga Senja. Hal yang menjadi kenangan  senja dengan kisahnya di trip Belitung ,  terbayang kembali dimana  saya menjadi topik obrolan disepanjang perjalanan menuju Senja. Berawal dari lantunan sebuah lagu yang kami dengar. Cerita dilagu itu sedang saya alami .

Begitulah mereka begitu senang berceloteh tentang lagu dengan kisahnya. Melihat kebahagian mereka saya ikut bahagia walau saya yang menjadi “objek” .  Pesona Senja saat itu menjadi lengkap bersama dengan kebahagian kami beserta dengan segala kisahnya.

Nikmati Senja Pulau Hoga tanpa batas.

Wakatobi selalu menjadi salah satu kisah terbaik saya dalam perjalanan. Tentang senja saya akan bercerita saat di pulau Hoga.

Menyelam adalah tujuan utama kami ke pulau itu, tapi setelah sampai disana kami lebih menikmati hamparan pasir putihnya. Belum juga sore memanggil kami sudah bersemangat menunggu senja dan merencanakan segala aktifitasnya.

Ketika Senja memanggil kami dengan bersukacita menikmatinya. Yang menjadi kenangan saat itu kami melakukan segala aktiftas disana tanpa ada sungkan atau malu. Diantara kami biasanya tidak semua mau terjun ke pantai berenang dikala senja.

Namun saat itu kami semua berenang tanpa memikirkan kami berbusana seperti apa, seakan satu keluarga , menjaga satu sama lain tanpa memanfaatkan keadaan.

Senja dengan kisahnya di Pulau Hoga

Pulau Hoga bersama senja dengan kisahnya menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Suka duka Senja di Pulau Tinabo – Takabonerate

Sebelum menuju senja kami menikmatinya dengan berfoto loncat dan segala pose lainnya.

Dan Senja dengan kisahnya di pulau Hoga  terulang kembali di Pulau Tinabo. Kami semua bersukacita menikmati keindahannya dengan berenang . Menjadi sangat berarti itu buat saya ketika lembayung senja tergores begitu indah.

Perbaduan warna jingga dengan orange serta biru menjadi pemandangan yang begitu mempesona. Hangatnya air laut dikala senja itu menyempurnakan senja dengan kisahnya di pulau Tinabo. Karena begitu menikmatinya suasana saat itu saya lupa mengabadikan kala lembayung indah itu hadir.

Sukacita yang kami alami diuji saat seorang kawan sadar kehilangan HP, Namun hal itu memperlihatkan bagaimana kami begitu saling mendukung satu sama lain. Bersama-sama kami mencari sampai larut malam. Namun dengan segala usahanya  hp itu tidak ditemukan. Sukacita dan kesedihan menjadi satu dalam  kenangan Senja di Pulau Tinabo.

Kesimpulan

Memiliki kawan perjalanan yang saling mendukung adalah hal yang paling berarti dalam satu perjalanan.  Dan itu tersimpan dalam bingkai senja yang saya temui.

Bagaimana dengan kisah Senjamu ?

Sampai bertemu dikisah lainnya.

Leave a Reply